Efisiensi.. Efisiencuy

Dalam situasi seperti ini, efisiensi alias pengiritan sudah merambah semua sisi kehidupan. Sebenarnya kampanye efisiensi ini sudah didengar sejak SD tahun ‘70-‘80an. Anjurannya, sebatas tugas anak kecil, misal nulis yang bener jadi setipan atau apusan ga beli-beli terus, kalau nggambar ya di buku gambar, bukan di tengah-tengah buku tulis (*secara dulu itu suka banget bikin komik Cinderella lengkap dengan baju-baju balonnya, kereta kuda, ibu, saudara-saudara tiri, labu besar dan senang kalau teman-teman ngrubung nonton cara pembuatannya sambil ndongeng). Pas ketauan ibu, eh kok buku tulis cepet abis, ya abis juga deh pemilik bukunya…dibla bla balabala. Ada lagi.., pensil, penggaris, rautan taruh semua yang rapi di tempat pensil, jangan ketinggalan waktu pulang sekolah. Iya sih bercermin dari temen yang bolak balik dimarahin emaknya, beli setiiiip melulu. Penggaris, rautannya juga ilang terus, ga tau nyelip dimana. Geli aja kalau inget emaknya ngomel saban pagi bari nganter sekolah dan nggendong adiknya.

 

Terus, dulu, pagi atau malem bantuin matiin lampu yang tidak diperlukan, habis mandi tutup keran air, en kalau main jangan kotor-kotor banget kaya anak laki-laki biar semua sabun ibu hemat mat mat mat.. Selain daki di badan jadi banyak mborosin sabun mandi (*heheh yah ketauan deh dakian dan jadi inget acara ‘pemandian’ yang menyiksa sampe mewek dangdut), juga hemat sabun cuci baju. Padahal dulu itu paling demen sebenarnya ngliat ibu pulang ngajar nenteng bungkus ijo  Rinso sambil tersenyum, soalnya pasti dalam bungkus Rinso ada hadiah gambar tempelnya ehehehe. Gambar tempel pelangi yang indah, dan kartun anak cewek/cowok ponian yang tersenyum lebar. Hadiah yang simple. Makanya bagi yang lagi hamil, silakan ngidam punya anak model gw, jarang minta macem-macem, (*mudah bersyukur atau memang gampang dibegoin ga jelas  xixixi…). Gasuka terlalu neko-neko. Paling banter parahnya cuma, pernah numpahin minyak dari botol gara-gara cuma mo beli mainan anak tuker botol bekas-huehehe. Gimana si ibu ga panik coba, tiba-tiba mau nggoreng eh minyak gorengnya ilang?! Meneketehe deeeh.. pura-pura ga tau aja

 

Sekarang era akhir 2000 krisis ekonomi kembali melanda. Ngeprint yang dari dulu pake kertas bekas sudah bukan gaya trend lagi. Apalagi matiin lampu, efisiensi AC en jam kerja. Sekarang mah, modelnya sudah pengurangan tenaga kerja (*eh dari dulu juga ada yah?). Tapi sekarang kirain cuma di kantor-kantor lain, ternyata di kantor kita sudah ikutan. Ya Allah mudah-mudahan kita selamat, ga ada lagi pengurangan-pengurangan tersebut, amin.

 

Imbas efisiensi, bisnis barang bekas juga makin marak. Tapi di Bandung, udah duluan. Tokonya namanya “BarBek”, malah ada kembarannya, toko sebelah dibuka, nama ga kalah set, “RangKas”. Semua bermuara ke satu singkatan yaitu BaRang BeKas, keren kan? Tujuan mereka mulia sebenarnya, jual beli barang yang masih bisa dipakai, jadi si barang ga sia-sia masih bermanfaat, juga konsumsi bagi orang-orang yang jeli memanfaatkan budget (*kata manis dari kantong cekak), atau memang yang aslinya suka berhemat demi barang masih bagus, harga terjangkau.. Seleralah..

 

Barang-barang di rumah juga di awet-awet. Ga ada tu yang namanya barang bekas terbengkalai. Bahkan ketika lewat bawahnya sta. kereta Cikini, sempat nemu sebuah pot bunga kotak mungil ta’ pungut aja walaupun sudah meyat meyot.

Kasihankan.. masih bagus, kerajinan kulit kayu kombinasi serat enceng gondok. Tergeletak sendirian sedikit basah kena ujan sore. Mentang-mentang sudah ga punya daya jual, sepertinya dibuang begitu saja. Biar begini, dia pasti dibuat oleh seseorang penyuka seni.. Yang dengan nyawa, keringat dan tenaganya kotak pot dibentuk sedemikian rupa, hand made, berharap dijual dan menghasilkan uang. Mungkin demi makan sehari-hari, demi sekolah anaknya atau buat biaya ada keluarganya yang sakit.

 

Bisa jadi memang ini pot bersama kawan-kawannya sudah terjual hingga sampai ke penampungnya, tapi dengan dibuang begini, walau mungkin sang penampung tidak merasa rugi, Sebenarnya dia telah menyia-nyiakan hasil karya terbaru. Gimana ga terbaru? Segi empat sampe mencong beginikan juga hasil karya kepejet temen-temennya sendiri sesama hand made? Hehehe. Jadi unik lho, pot, bawahnya segi empat sama sisi tapi atasnya jajaran genjang, ngeeek penyek..

 

Walhasil, setelah dipermak sedikit, dipenyokin balik, dia sekarang mejeng di rumah buat tempat-tempat peniti, kancing dll barang mungil. Kadang ganti, jadi beneran wadah bunga. Mungkin ni yah kalau dia punya bibir, dia ikut balas senyum waktu ta’ pajang dengan haru hihiih (*ojogila.com).

Leave a comment »

Laptop baru.. 27/04/2009

Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit? Pikiran anak kecil mana yang ga langsung membayangkan wujud bukit secara harafiah? Gundukan tanah meruncing ke atas, penuh rumput kehijauan. Biar dulu guru TK ngomong sampai berbuih-buih menjelaskan tentang manfaat menabung berasosiasi bukit, kok sampai sekarang masih kebayang aja ya.. bukit hijau mutlak just like years ago heheh..

 

Jaman dulu Guru TK-ku belum pandai memberi contoh konkrit.. Mungkin bingung harus bagaimana. Apa aku yang lupa yah? Tetapi ketika SD dan sudah dipercaya menerima uang saku sendiri, mulai terasa manfaat dari praktek menahan nafsu jajan. Kumpulin duit sedikit demi sedikit, lalu beli..? Gambar tempel kesukaaaaan! Hehehe.. Peri-peri lucu, kupu-kupu, bunga-bunga dll yang bisa membawa daya khayal kemana-mana (`ya ampyuun kirain beli apaan?).

 

Makin dewasa makin menemukan bentuk, bagaimana memenuhi suatu kebutuhan tanpa berpikir menyusahkan orang lain. Seandainyapun terpaksa ada yang dibuat susah, sebisanya di adjust kembali,ASAP. Sampai hari ini, ketika hari yang dinantikan tiba, mewujudkan mimpi berupa sebuah laptop mungil penunjang kegiatan. Mungil, semungil harganya yang murah meriah.. “tuing tuing” ;;). Murah meriah? Relatif ya? Paling tidak sudah disesuaikanlah dengan kocek di kantong. Itupun berbarengan dengan rejeki yang tidak terduga-duga.. Memang yah jika sudah niat, jalan ke arah sana ada aja. Sesuai janji Allah di surat 18:4.

 

Jadi inget juga teori mestakungnya Johanes Surya. Mestakung itu Semesta Mendukung, suatu teori yang dijabarkan oleh beliau tentang dukungan alam semesta terhadap terwujudnya suatu impian dan dikaitkan dengan teori Fisika. Ya, Bapak Johanes Surya ini adalah pakar ilmu Fisika dan hobi sekali mencari anak-anak berbakat di ilmu sains, matematika dan fisika khususnya, untuk diikutsertakan berolympiade dunia. Keren-keren kalau baca ceritanya. Suka duka perjuangan mereka, keberhasilan atau kegagalan dalam usaha mengangkat nama Indonesia di mata dunia bidang ilmu pengetahuan.

 

Nah menurutnya kira-kira begini, dukungan alam semesta itu akan terjadi bila semua yang terlibat di dalamnya fokus untuk penyelesaian masalah. Bentuk penyelesaiannya bersatu dalam visi, maka unsur – unsur alam akan terundang mendukung. Sebenarnya banyak teori seperti ini yang bermunculan dibahas. Ada The Secret, Teori Quantum Ikhlas, dll. Intinya bagaimana supaya harapan itu terkabul.

 

Ada satu tips yang berkesan dari sebuah paragraph di Quantum Ikhlas. Rahasia sukses dengan ikhlas :

  1. Pilihlah pikiran-pikiran dengan sengaja
  2. Perhatikan betul bagaimana rasanya pikiran-pikiran itu
  3. Upayakan agar semua pikiran itu terasa enak dan ikhlas

 

Untuk urusan-urusan kelancaran dunia, Allah sendiri telah berfirman selain berupaya yang selaras tentunya, untuk berdoa dan memohon hanya padaNya. Doa yang ikhlas yang melahirkan rasa positif dalam harapan, tujuan dan pencapaian hasil. Kelebihannya dengan ikhlas adalah, jika kita bersabar, ada pengharapan lain yang lebih baik, akan datang terwujud sebagai pengganti harapan yang pupus, disuguhkan Allah SWT secara langsung atau tidak bahkan bisa secara tiba-tiba. Dan bisa saja ketika kita percaya sungguh-sungguh maka bila ada doa tidak terkabul di dunia maka akan jadi simpanan untuk bekal akhirat. Simpanan yang insyaAllah manisnya tiada berujung. Lucu ya kalau membayangkan ternyata Allah dan bala kurawanya mempunyai pertimbangan khusus akan setiap doa umatnya.

 

Ya, setiap orang yang beriman sebaiknya bermind set, mengikhlaskan apa-apa yang terjadi setelah dibarengi segala upaya dan usaha yang halal. Ingat “tangan” Allah selalu bekerja tanpa kita duga. Harapan baiknya, semoga mindset ini bisa mengurangi tingkatan stress yang melanda sebagian umat yang merasa kosong.. Look.., di depan ada hal yang lebih baik menanti kita..

Leave a comment »

Contreng sana..tereret tereret.. Contreng sini.. tereret tereret… “TPS aheeegh”

Pemilu contreng contreng sudah berlangsung mulai kemarin. Saat ini, rakyat Indonesia umumnya, para wakil-wakil rakyat khususnya masih lagi pada sibuk mentelingin perolehan angka-angka diperhitungan Quick Count..

Beberapa caleg sudah mulai pada sutris dag dig dug.. “Apakah saya calon pasien rumah sakit jiwa berikutnya? Masuk rumah sakit beneran atau masuk gedung ‘rumah sakit’ DPR?” hehehe…

Pertanyaannya adalah… “Ke arah mata angin mana saya sekarang menghadap..??” (*hiyaaaah… kok mata angin, sebenarnya sing edhun iku sopoooooo, ganyambung gini…xixii..)

Eh bener lhooo.. dari contrengan kemarin, kita ini disadari atau tidak sudah mulai me-reka2 kearah mata angin mana alias nasib menghadap..

Iya sih nasib ditentukan diri sendiri siapapun caleg/presiden kita, tapi dengan kejelasan siapa pemegang amanat kepemimpinan nanti, kita jadi tahu ke arah mana nasib mata angin Indonesia menghadap, dari visi misi mereka yang dihembus-hembus, kampanye kemarin..

“Lanjutkan!” atau “Change it to be discontinued..?”

Yang jelas Ibu en Bapak kemaren ribet beneeer, buka2, lipet2…  Kertas segede gaban, ada 4 lembar lagi. Si Bapak dibantuin jalan bareng ke bilik suara yang kecil imoet-imoet. (*ma panitia anak dibolehin ikutan masuk, satu bilik).. Waktu Bapak minta tolong dibukain kertas.. eeh Bapak malah buka kertas lain juga huehuhueu, ya udah dua tangan kita yang terentang, saling tabrakan dengan kertas yang sama2 luebaarrr 1 ha.  “Bapak gimana seh? Katanya minta bantuin buka, malah ikut buka juga kertas yang lain. Dunia tambah sempit nih. Glodak.. “.

Setelah dibuka e kebolak.. lipet balik e ribet bener.. Ga sengaja keceletuk “Ribet!”.. malah diketawain tetangga bilik sebelah. “Iya ni Pak, mendingan lipet jemuran.. :D “. Tapi akhirnya kita nemu jalan.. Udah ketauan nih letak partai mana yang dituju, maka buka kertasnya pake cara yang pas, simpel…

Sementara Bapak satu kertas aja masih krasak krusuk.. Akhirnya nyontreng yang pertama bener.. begitu kertas ke-dua.. ealaaa pake segala dilingkarin?? Pigimane klo jadi ga syah? Udahannya, nuntun Bokap keluar bilik, maklum matanya agak lamur, walo badan masih gagah (*mantan angkatan getulooh). Sampai depan panitia ta’ lapor bahwa, nanti pasti ada satu surat suara yang dibuletin partainya walaupun akhirnya dicontreng juga.. Jangan sampe ga syah ya… (*Haaa.. jadi ketauan deh tuh, kalau pas dibuka saat perhitungan.. “Heeiii.. itu Babe gue punya kerjaan hahahah…”)

Balik ke rumah, sekarang gantian nganterin Ibu.. Ibu dengan terengah2 akhirnya sampai juga ke TPS (*chaayoo walo jantungnya lagi lemah). Tapi dengan tegas dan lebih galak dari Bapak, contreng2nya selesai.. Et mantaaabh…

Di balik itu, lagi terharu ajah.. baru kali ini pemilu aku gandeng dua2-nya bergantian. Ya Allah semoga tahun ini bukan tahun terakhir orangtua-ku milih wakil rakyat, Bapak lahir thn ’33  Ibu ’45, hiks..  Selesai, buru2 ke kantor, biar kita sibuk, bisnis silaturahim customer2 harus tetep berlangsung.. Subhanallah.. heheh

Ni yah.. ada harapan semoga yang menang nanti masih mempedulikan nasib para mantan pegawai negeri seperti Bapak.. Hidup rakyat Indonesia pada umumnya supaya lebih makmur sejahtera.. Bersinar lagi di dalam dan di luar nagri.. (*kali ini harus bener2 kembali, transparansi dan tanpa korupsi jangan kaya ORBA). Dan yang perolehan suaranya dikit, punya rasa kebersamaan yang baik.. Demi rakyat dan negeri membuktikan mendukung pemerintahan, jangan nggembos-nggembosi dari segala sisi supaya yang menang terlihat buruk.. Buktikan bahwa kalian memang membela wong cilik dengan cara tidak menghasut dan menikam dari belakang. Buktikan segala janji dengan segala intelektual-moe.. dan dengan segala rasa maloe-moe pada Allah SWT.

Ingat siapa nih yang berwasiat seperti ini? “Siapa menabur angin..dia menuai badai.. “

Entah badai di dunia maupun di akhirat..” Percaya deh.. karena janji Allah ga kan kemana.. Janji yang ga perlu dibubuhi dusta kampanye..

Okey… Wassalam dulu dadagh beibeiii.. ;)

Leave a comment »

Howdi…???!

Walah-walaaah.. lama ga nulis tiba-tiba goodbye Januari 2009 welcome February 2009

Ga terasa ya sebulan berlalu, 2009 pula.. seperti masih 2008 ajah.. Sedangkan 2005? Rasanya juga baru kemarin. What I’ve been done beside work..work..n work..? Umur rasanya juga dah ga jelas.. kadang terasa umur 25, kadang terasa 35, sering-sering terasa waktu jadi bayi under 7 bulan n balita 2 taun hiehiehieeeee. Lebaaaayyy…

Waktu terus berjalan, tanpa mau kompromi mundur sepersekian billiun detikpun. Beberapa masalah sudah ada solusinya.. En masalah yang baru? Sudah menunggu ditangani..

“Ah lebih baik disebut dinamika indah deh,  instead of masalah”, supaya paradigmanya lebih optimistis gitu looh.. Dus mengundang hal-hal baik sebagai hasil akhirnya ;) ya kan? ya kan..? (Dus?? Lha kok kaya jaman orba?)

Ngomong-ngomong soal perubahan istilah/kalimat yang mengundang perubahan paradigma..  Inget ga ada ungkapan “gelas 1/2 kosong atau gelas  1/2 penuh”. 

Nah ini…., aku suka dengan ungakapan ini sejak taun 2000. Temen kost jaman jebot yang ngasih tahu. Dia ngomong sambil muka polos, mengangguk and mata menujukan meyakinkan sesuatu.

Tapi bener, waktu itu, memang ada rasa aha mengalir, memenuhi urat syaraf, benak en perasaan jadi “tuing!”.  Analoginya seperti menemukan lagi coklat toble yang dari kemaren hilang, lupa gatau di taro dimana, yang untungnya belum expired hehe…

Ya kan? Itu mungkin ungkapan lama tapi terasa selalu baru, bagi yang baru memahaminya.. Kesannya jenaka gitu.. Lucu. Bisa-bisanya wujud tampilan yang sama dari gelas dan air, eeeh diucapkan, diartikan dan dipahami berbeda-beda oleh umat.

Begitu “mak dong” (pinjam istilah orang Jatim).., berubah deh dari kepemahaman pesimis, loncat ke optimis.. enak rasanya.. lega, coba ajah. Jadi seperti ini, perasaan kecewa seperti “Yaah kok air tinggal 1/2..”. Tiba-tiba berpindah persepsi menjadi “Ahaa air dah 1/2..! Sebentar lagi gelas penuh niih”, gitchyuuu…

Ada banyak peristiwa yang mewakili, apa coba? Salah satunya… Hmmm hayoo apa.. Masing-masing temen pasti punya. Disadari ataupun tidak.. Klo aku ..

Ah bersambung aja yah.. hihih lagi ada perlu nih. (Biar penasaran)

Leave a comment »

Welcome 1 muharam 1430 H n 1 januari 2009….

Bla.. blaa.. di belakang .. di samping kiri kanan .. di depan…

tukang dagang..

tukang dokar ondel-ondel..

Ibu2 gembol anak.. bapak2 nenteng makanan..  Anak2 bawa terompet

Wah rame di depan Isat! Padahal pusat acara ada di Ancol sekarang

tapi Monas tetep is the best in town! hhehhe (dduh yg dari kampung.. baru kali ini di kota besar taun baruan di monas)

Dulu seumur2 di Matraman Raya ga pernah yg namanya Taun baruan keliling2..

Leave a comment »

Klo Hati Tersentuh…

Ga terasa tahun demi tahun berlalu.. Idhul Adha baru lewat lagi..

Banyak peristiwa banyak warna.. Banyak perjalanan..,

Kawan-kawan baru, kawan-kawan lama yang ketemu lagi, sampe ketemu en kenal binatang-binatang baru.. Rusa, anjing, kucing, kodok deket pintu dalem rumah.. sampe kupu2 besar n cantik yang tiba-tiba nemplok di hidung waktu nunggu kereta di sta. Bojong Gede.. 

Banyak  pelajaran baru.. nyoba makanan baru, bisnis baru, sampe lagu-lagu baru..

Pengalaman di rumah, di jalanan di kantor..  sepertinya semua itu klo mo ditulis tiap hari banyak banget..

Tapi yang bikin tersentuh.. peristiwa niat banget nyari en nanem pu’un buat si tersayang.. biar dia dapet keteduhan selama pu’un itu masih tumbuh apalagi bermanfaat menyuburkan sekitar en melindungi yang lagi mo berlindung kelak di bawahnya…

Satu lagi waktu tetangga yang hidupnya termasuk menyedihkan, meninggal meninggalkan sepasang anak kembarnya yang masih balita plus satu orang kakak si kembar yang rada terbelakang.. Waktu ikut yasinan rasanya sediiih banget nangis sesenggukan.. en bagusnya jadi mengundang yang lain ngrubung yasinan lagi.. 

Satu lagi waktu si Putri si kucing bungsu, cewe’.. anaknya Belu, mati dipelukan. Padahal dia baru asyik-asyiknya dua hari merasa terbuka explore main di luar pager rumah.. Klindes motor, tanpa luka sedikitpun.. Ibu-ibu yang nabrak ga sengaja sampe ikut panik dan nyediain bajun dasternya buat kafan si Putri..

Satu lagi deh waktu.. nemu anak kucing yang dah tergeletak mati, tempatnya passss banget buat roda kanan mobil melintas.  Dia kesorot tepat saat di belakangku ada mobil mo mlintas.. kebayang ga klo ga kliatan en kepungut pasti bakal gepeng klindes. Ngelu atiku klo ngebayangin ni tubuh mungil udah jatuh ketimpa tangga.., ampun..

Gapake satu lagi satu lagi… Sebenarnya banyak yang menyentuh hati.. Apa karena aku terlalu perasa ya..? Tapi yang tertangkap dimata ya kebetulan terasa begitu..

Di Idhul Adha tahun ini.. terpikir dan terbayang berapa banyak warga Indonesia yang akan dibagiin daging hanya pas moment ini ada.. Getir yah…

Tapi untungnya PKPU punya alternatif membuat daging di olah jadi kornet supaya lebih awet dan mampu menjangkau tempat-tempat terpencil tanpa keburu bau..

Omong-omong soal tersentuh.. Sometimes orang suka lupa dengan orang tua sendiri…

Kadang.. sometimes.. suatu waktu.. one day.. Ngeliat kriput Bapak atau Ibu.. hiks..

Terbayang saat-saat waktu kecil masih bisa duduk di pundak Bapak.. Sekarang.. pundaknya terlihat kecil.. massa dagingnya makin berkurang.. Jangan coba2 minta naik pundak lagi, yang ada pasti ditabok bok.

Ngliat ibu.. terbayang waktu ku kelas 1-2SD  bliau mau ngajak aku naik bus.. pergi ngajar ke SD Kostrad naik bus PPD 10 dari depan RSCM Salemba.. Kepala aku digeletakin dipangkuannya.. Itu satu-satunya solusi biar perjalanan ga terasa jauh sampai blok M.. Selain biar ga mabok muntah-muntah.. iiiigh… (begitu deh klo ga dianterin Bapak, Ibu pergi ngajar Bapak masih blum pulang kantor..). Kenapa minta diajak ibu ngajar? .. Abis sedih di rumah ga ada temen lagi.. Tanteku dah balik ke rumahnya di Purbalingga.. Tapi dari situ.. asyiknya aku jadi jalan-jalan melihat duniaaaa…. Eh tapi waktu nyambung perjalanan lewat radio dalem.. Pas lewat kebun rambutan.. Ada bapak2, mungkin yang punya kebon, ngliat aku, aku malah dipetikin rambutan..

Klo soal ini siapa yang tersentuh dan menyentuh jadi ga jelas hehehe.. karena waktu itu ku juga lagi tersentuh kagum melihat rambutan kok ya lebat banget merah-merah dan hampir menyentuh kepalaku.. Kuloncat-loncat nyoba megang doang ibu ketawa senyum-senyum.. En lagi saking kagumnya, waktu itu ku sama sekali ga pingin minta ato makan rambutan..

” Makasih ya bapak rambutan yang baiikk.. ” (senyumnya, matanya raut wajahnya dibalik topi camping bundar ga kan pernah ku lupa)… :)

Dah yuks dah malem ngantux.. bobo…

Leave a comment »

Lucil.. in memoriam today

Hikss… hiks.. hiiiiks.. hukss hukss..

Belu Kecil matiiiii… (*Diiiiih kaya anak kecil banget deeh).

Yah namanya dah takdir, akhirnya dia menyusul keluarga kucingku yang udah duluan pindah di dunia lain.. Matinya Jum’at pagi.. Bagus kali ya.. Secara katanya, klo manusia meninggal Jum’at itu bagus, bisa sekalian disholatin ama orang2 yang abis Jum’atan..

Asal nama, induknya namanya Belu=Belang Telu.. (*item, putih, kuning). Punya anak modelnya sama jadi dibedain menjadi Lucil=Belu kecil (*pada prakteknya dipanggil Belu dua-duanya nengok, dipanggil Lucil yang nengok yang kecil.. Jadi ni kucing bisa dipanggil dengan dua nama, cerdaskan..? Apanya? Hehhee padahal mungkin dia lagi bingung sendiri)

Kucing nurut dan cerdas.. Mengerti bahasa-bahasa manusia dan isyarat-isyarat sederhana lain.. Kerjaannya, waktu kecil ngikutin induknya, jemput ibuku pulang pasar di depan pager, nungguin ibu nyuci daging/sayuran, nungguin ibu masak, ribet klo masakan dah pada jadi… Meang meong pengen dibagi.

Ada tukang ikan lari-lari nunggu lemparannya, jadi aja dia dan kucing lain ngikutin tukang ikan itu keliling kompleks..(*seperti dongen peniup seruling dan tikus2nya), sekalian tebar pesona. Soalnya tiap musim kawin dia sukses terus.. ihihih

to be continued deh.. lg sibuk dulu ;)

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.